Hari Kedua di Aceh, Tim Pengabdian Internasional USK dan Thailand Gali Potensi UMKM Kuliner Tradisional di Desa Wisata Lubok Sukon

Hari Kedua di Aceh, Tim Pengabdian Internasional USK dan Thailand Gali Potensi UMKM Kuliner Tradisional di Desa Wisata Lubok Sukon

ACEH BESAR – Melanjutkan rangkaian program International Inbound Community Development 2026, tim pengabdian lintas negara dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Chulalongkorn University Thailand melakukan kunjungan strategis ke Desa Wisata Budaya Gampong Lubok Sukon, Kabupaten Aceh Besar, pada Selasa (16/6/2026).


Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari tema besar “Inclusion In Tourism: Empowering Disabled Youth For Creative Entrepreneurship In Lubok Sukon Cultural Village”, setelah sehari sebelumnya tim sukses memetakan potensi keterampilan siswa di SLBB YPAC Banda Aceh.
Kehadiran rombongan akademisi internasional ini disambut hangat oleh Geuchik Gampong Lubok Sukon, Drs. Mahyadi, S.H., beserta jajaran aparat gampong dan Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Wisata Lubok Sukon.

Sinergi Memajukan UMKM Kuliner Tradisional
Dalam sambutannya, Geuchik Gampong Lubok Sukon, Drs. Mahyadi, S.H., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan merespon positif terpilihnya wilayah mereka sebagai lokus program pengabdian internasional ini. Ia berharap kolaborasi ini mampu membawa inovasi baru bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di desanya.

Menjawab harapan tersebut, perwakilan tim pelaksana pengabdian dari USK, Zulfikar Taqiuddin, S.Sn., M.T., memaparkan materi mengenai arah dan tujuan konkret dari program ini. Dosen Arsitektur USK tersebut menjelaskan bahwa fokus intervensi kali ini diarahkan untuk membantu para pelaku UMKM lokal, khususnya para perajin produk makanan kue tradisional khas Aceh.

“Kami hadir untuk mendampingi para pelaku UMKM di Lubok Sukon dengan menawarkan alternatif desain kemasan (packaging) yang lebih modern, higienis, dan menarik, namun tetap disesuaikan dengan kondisi, kapasitas, serta kearifan lokal masyarakat setempat,” jelas Zulfikar dalam pemaparannya.

Rekomendasi Strategis dari Pakar Thailand: Paket Wisata & Storytelling Produk
Sesi diskusi menjadi semakin dinamis saat Ketua Tim Akademisi Chulalongkorn University Thailand, Associate Professor Saranya Siangarom, memberikan pandangan serta masukan berharga. Berdasarkan pengalamannya di bidang desain dan pengembangan pariwisata global, Prof. Saranya memberikan dua saran utama untuk mendongkrak daya saing Gampong Lubok Sukon:

  1. Penyusunan Paket Wisata Berbasis Peta Terintegrasi
    Prof. Saranya menyarankan agar pengelola desa wisata membuat sebuah paket wisata lengkap dan terstruktur. Paket ini harus memuat informasi komprehensif mengenai titik-titik mana saja yang wajib dikunjungi wisatawan, jenis makanan khas yang ditawarkan beserta lokasi pembeliannya, hingga panduan waktu kunjungan terbaik untuk merasakan suasana paling autentik di Lubok Sukon. Seluruh informasi penting ini idealnya diintegrasikan ke dalam sebuah peta wisata yang dicetak pada brosur fisik maupun digital.
  2. Inovasi Kemasan dan Kekuatan Storytelling (Narasi Produk)
    Khusus untuk produk makanan tradisional, ia menekankan pentingnya aspek psikologi warna pada logo kemasan yang harus mampu menggugah selera dan menarik minat beli wisatawan. Selain itu, ia menyarankan penerapan teknologi Quick Response (QR) Code atau kode pemindai pada kemasan.
    “Kode pemindai tersebut harus terhubung langsung ke situs web atau media sosial resmi Gampong Lubok Sukon. Di dalam halaman tersebut, penting untuk menyertakan storytelling atau cerita di balik produk makanan itu, seperti kekhasan bahan baku yang digunakan, filosofi, hingga asal-usul sejarahnya. Wisatawan global hari ini tidak hanya membeli produk, mereka membeli cerita di dalamnya,” papar Associate Professor Saranya.
  3. Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama antara Tim Pengabdi USK Chulalongkorn University, Pemerintah Gampong, dan Pokdarwis untuk mengimplementasikan rekomendasi desain kemasan serta peta wisata tersebut demi mewujudkan ekosistem pariwisata Lubok Sukon yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing internasional.
    Program Community Development International Inbound ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Pengabdian Community Development International Inbound Tahun Anggaran 2025-2026 – Nomor Kontrak: 555/UN11.2.4/WCU.06.02/CDII-E/2026 – Contract No. 4318/B3/DT.03.08/2025- No. 491/UN11/HK.02.06/2025) Tanggal 6 April 2026 melalui Program EQUITY Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
Share