KronikaNews.id Banda Aceh – YPANBA, BSUIA, SP Aceh, KamiKita, Anjong Atjeh dan Lentera Habibi Kolaborasi dalam Edukasi Ke Sekolah TK, SD, dan SMP serta Penanaman Bibit di Wilayah Terdampak Banjir dalam Rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026
Yayasan Perempuan dan Anak berkolaborasi dengan Balai Syura Ureung Inong Aceh, Solidaritas Perempuan Aceh, Komunitas KamiKita, dan Lentera Habibi selenggarakan edukasi kesiapsiagaan bencana di sekolah dan penanaman bibit di wilayah terdampak banjir yaitu di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireun, Desa Babah Krueng, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara dan Desa Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya.
Penyelenggaraan giat edukasi baik di sekolah maupun di komunitas dan penanaman bibit di bantaran sungai ini merupakan serangkaian dari peringatan momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 yang jatuh pada tanggal 26 April 2026 dengan Tema “Bersatu dalam Siaga, Bangun Ketangguhan Perempuan dan Anak dalam Menghadapi Bencana”. Ruwaida – Direktur YPANBA mengatakan bahwa kami berkolaborasi dengan beberapa lembaga lokal di Banda Aceh yaitu BSUIA, SP Aceh, KamiKita, Lentera Habibi untuk edukasi kesiapsiagaan bencana di sekolah yang sudah kami mulai pada tanggal 25 April di TK Aisyiyah Merduati, dan tanggal 27 April di SD Muhammadiyah 1 dan SMP Muhammadiyah 1 Banda Aceh. Pada puncak peringatan HKB 2026 yaitu tanggal 26 April, YPANBA juga berkolaborasi dengan salah satu lembaga yang ada di Kota Lhokseumawe yaitu Anjong Atjeh untuk penanaman bibit pohon di wilayah terdampak banjir.
Eva Khovivah – Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Anak YPANBA mengatakan bahwa edukasi di sekolah-sekolah, di komunitas dan penanaman pohon dilaksanakan atas semangat dan upaya memperkuat pengetahuan sejak dini, peningkatan ketangguhan anak-anak, komunitas saat menghadapi bencana dan menjadi bagian dari aksi pemulihan lingkungan di daerah rentan bencana banjir. Pada giat ini, YPANBA juga mendapatkan total donasi bibit yang didonasikan dari lintas organisasi dan komunitas sebanyak 150 bibit.
Ruwaida juga mengatakan bahwa melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap bahwa kesadaran dan kewaspadaan bencana seluruh lapisan masyarakat terutama kelompok perempuan dan anak meningkat untuk menuju Keluarga Tangguh Bencana. Kami juga mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengurangan resiko bencana dilakukan melalui penanaman pohon.
