Kronikanews.id , Jakarta -PT PLN (Persero) berhasil memulihkan aliran listrik ke 6.432 desa di Aceh pascabencana.
Meski sebagian besar wilayah telah pulih, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum mendapatkan pasokan listrik secara optimal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Darmawan menjelaskan, wilayah yang masih mengalami pemadaman umumnya berada di daerah dengan tantangan geografis paling berat. Banjir dan longsor menyebabkan akses jalan terputus, rusak parah, bahkan hilang di sejumlah titik.
“Desa-desa yang masih padam berada di wilayah dengan tantangan geografis paling berat. Akses jalan di sejumlah lokasi terputus, rusak parah, atau bahkan hilang akibat banjir dan longsor. Namun, kami tidak menunggu. Kami terus bergerilya dan menyambung kembali listrik hingga titik terdalam Aceh,” tegasnya.
PLN menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pemulihan hingga seluruh desa kembali menikmati listrik secara aman dan berkelanjutan, meski harus menghadapi medan yang sulit.
Sambil menunggu perbaikan jaringan permanen rampung, PLN memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Genset darurat disiagakan agar aktivitas warga tidak terhenti.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan bahwa tantangan utama pemulihan berada pada rusaknya infrastruktur jalan. Tercatat ada 171 titik longsor dan 14 jembatan rusak yang menghambat mobilisasi alat berat dan material kelistrikan.
“Komitmen kami adalah memulihkan jaringan permanen secepat mungkin. Namun keselamatan petugas dan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi jalan. Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pemda. Sementara itu, warga di 68 desa tetap teraliri listrik melalui backup genset,” kata Eddi.
Ia menambahkan, fokus pemulihan saat ini berada di Aceh Tengah dengan 36 desa, disusul Bener Meriah 13 desa, serta beberapa desa di Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Dukungan berbagai pihak diharapkan mempercepat pemulihan listrik secara menyeluruh di Aceh.
