Kronikanews.id BandaAceh- Sebanyak 24.426 kepala keluarga (KK) atau 91.962 jiwa warga Aceh hingga hari ini, Senin (19/1/2026) masih bertahan di lokasi pengungsian setelah 54 hari dilanda bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. Jumlah pengungsi tersebut tersebar di 988 titik pengungsian di berbagai kabupaten dan kota terdampak bencana.
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan seluruh unsur pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
“Pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus melakukan upaya penanganan di lapangan.
Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” ujarnya.
Mengacu pada Data Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat, Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 33.261 jiwa atau 9.242 KK yang tersebar di 210 titik pengungsian.
Disusul Kabupaten Gayo Lues dengan 18.944 jiwa atau 5.571 KK di 7 titik, dan Pidie Jaya sebanyak 14.794 jiwa atau 4.037 KK yang tersebar di 38 titik pengungsian.
Titik pengungsian
Sementara itu, Aceh Tamiang melaporkan 6.052 jiwa atau 707 KK pengungsi yang tersebar di 513 titik, disusul Aceh Tengah dengan 5.306 jiwa (1.075 KK) di 61 titik, serta Bireuen sebanyak 4.897 jiwa (1.397 KK) di 59 titik pengungsian.(serambinews)
