Di tengah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, banyak daerah yang terputus dari akses darat. Dalam kondisi seperti ini, waktu menjadi hal yang sangat berharga bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan bantuan secepat mungkin.
Aldo Fikri adalah salah satu relawan udara yang terlibat langsung dalam upaya menjangkau wilayah-wilayah terisolasi tersebut. Bersama tim relawan dan dukungan armada dari Skyvare, Aldo ikut memastikan bantuan dapat tetap bergerak meski jalur darat tidak lagi dapat diandalkan. “Jalur udara memang jadi pilihan, tapi setiap penerbangan tetap harus dipikirkan dengan matang,” ujarnya.
Upaya penanganan bencana sendiri dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BNPB, Basarnas, PMI, organisasi kemasyarakatan, hingga relawan. Koordinasi lintas pihak ini menjadi fondasi penting dalam proses evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan awal di wilayah terdampak.
Namun, kondisi lapangan menghadirkan tantangan tersendiri. Rusaknya jalan dan jembatan membuat distribusi bantuan melalui darat menjadi sangat terbatas. Di sinilah peran relawan udara menjadi semakin penting. Aktivitas penerbangan bantuan meningkat di sejumlah bandar udara sekitar lokasi bencana. Posko-posko darurat dipenuhi logistik yang harus segera dikirimkan menggunakan pesawat kecil maupun helikopter agar dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.
Menurut Aldo, meskipun dari luar terlihat sederhana, misi udara memerlukan kehati-hatian tinggi. Faktor keselamatan selalu menjadi pertimbangan utama, baik bagi kru penerbangan maupun masyarakat di lokasi tujuan. “Yang terpenting bagi kami adalah memastikan bantuan sampai tanpa menimbulkan risiko baru,” katanya.
Di balik intensitas kerja yang berlangsung siang dan malam, para relawan udara bekerja dengan senyap, jauh dari sorotan. Bersama dukungan armada seperti Skyvare, mereka menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menjaga agar masyarakat terdampak tetap terhubung dengan bantuan di tengah keterbatasan yang ada.
Semoga banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatera ini segera berlalu. Ke depan, peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan langkah-langkah pencegahan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. (*)
