Bom Rakitan Sumber Ledakan di SMA 72 Jakarta

Bom Rakitan Sumber Ledakan di SMA 72 Jakarta

JAKARTA: Seorang siswa kelas X yang menjadi saksi dalam peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat siang (7/11), menceritakan bahwa sumber ledakan diduga berasal dari bom rakitan, bukan dari sound system seperti yang diberitakan sebelumnya.
“Saya lagi di dalam masjid itu, pas duduk. Setelah saya dengerin khutbah. Setelah berdoa itu, kami mau salat, langsung meledak,” kata siswa tersebut kepada Kumparan. 

Ia menuturkan, sumber ledakan berasal dari area pilar di belakangnya.
“Lima teman saya itu semuanya hampir mirip. Kena di kepala, sisanya dua kena di tangan dan kaki, kena paku, ledakannya bom rakitan,” lanjutnya. 
“Awalnya kami pikir sound system sama gas LPG, ternyata bom rakitan. Saya syok, langsung ke mari (keluar dari area),” imbuhnya.

POLISI DAN DENSUS 99 DALAMI DUGAAN BOM RAKITAN
Penyidik yang datang ke lokasi, dikutip dari ntvnews, menemukan sejumlah benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan bahan peledak, antara lain rangkaian kabel yang diduga bagian dari bom rakitan, remote pengendali, senjata airsoft gun laras panjang, dan revolver.
Seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Juru Bicara Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya unsur terorisme dalam insiden ini. 
“Densus 88 masih melakukan pendalaman apakah insiden tersebut terdapat unsur terorisme atau tidak,” ujarnya dikutip Tempo.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi menyampaikan bahwa total korban luka akibat ledakan ini mencapai 54 orang. Para korban dilarikan ke dua rumah sakit rujukan, yaitu RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi Jakarta. 
“Data kita terima, sekitar 54 orang, mungkin ada luka ringan, sedang, ada sudah pulang,” kata Asep saat ditemui di RS Islam Cempaka Putih.

Dari jumlah tersebut, satu korban mengalami luka tusuk paku di punggung, empat orang mengalami gangguan pendengaran, sementara dua lainnya mengalami luka bakar di wajah serta muntah darah.

Wamenkopolkam Lodewijk Paulus menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kasus ini,
“Alhamdulillah tidak ada (yang meninggal),” kata Lodewijk setelah meninjau SMAN 72. 
Ia mengatakan siapa pelaku, rangkaian peristiwa, dan motif masih diselidiki, termasuk dugaan kemungkinan aksi terorisme. 

Soal penyebab ledakan, apakah bom rakitan atau bukan, akan diteliti lebih lanjut oleh Polda Metro Jaya.
“Jangan terlalu, namanya masih diselidiki. Jangan dikatakan ini jumping conclusion bahwa ini aksi teroris. Kita belum sampai ke sana (terorisme),” tuturnya.

PELAKU ADALAH KORBAN BULLYING?
Saksi lain bernama Sena, juga siswa SMAN 72, mengatakan kepada Kumparan bahwa pelaku diduga merupakan siswa kelas 12 di sekolah yang sama dan disebut sempat menjadi korban perundungan (bullying). 
Sena menyebut bahwa pelaku juga mengalami luka serius setelah mencoba bunuh diri. 
“Anaknya di Rumah Sakit Islam, dia (mau) bunuh diri,” katanya.

Share