Bersinergi, PERKI Aceh Bersama IDAI Aceh Peringati Congenital Heart Disease Awareness Week 2026

Bersinergi, PERKI Aceh Bersama IDAI Aceh Peringati Congenital Heart Disease Awareness Week 2026

Kronikanews.id Banda Aceh- Dalam rangka Congenital Heart Disease Awareness Week 2026 PERKI Cabang Aceh berkolabolarsi bersama IDAI Cabang Aceh menyelenggarakan berupa seminar awam dan skrining penyakit jantung bawaaan di SD kota Banda Aceh. Kegiatan ini diperingati serentak di seluruh Indonesia dalam minggu ini.

Seminar tentang penyakit jantung bawaan dilaksanakan kemarin, Sabtu 6 Februari 2026 di Aula Balaikota Banda Aceh. Dalam sambutannya, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI) Aceh sekaligus sebagai Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Aceh, DR. dr. Muhammad Ridwan, Sp.JP, M.AppSc, Subsp.P.R.Kv(K) menyampaikan kalau saat ini sudah ada tambahan 1 orang konsultan Jantung Anak di Aceh, yaitu dr. Lyra Febrianda, Sp. JP (K) yang baru selesai menjalani pendidikan subspesialis di RS Harapan Kita / FKUI Jakarta. Sehingga akan memperkuat tim Jantung Anak yang sebelumnya hanya digawangi sendiri oleh Prof. Dr. dr. Herlina Dimiati, SpA (K).

Sambutan Ketua IDAI Aceh diwaliki oleh dr. Nazara Agustina, Sp.A yang menegaskan komitmen mereka dalam meningkatkan literasi kesehatan jantung di masyarakat. Acara dibuka oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banda Aceh Dr. dr. Siti Hajar, M.Kes, M.Ked(Opth), Sp.M, yang menekankan pentingnya edukasi publik dalam meningkatkan deteksi dini dan penanganan penyakit jantung bawaan.

Acara Edukasi Penyakit Jantung Bawaan (PJB) ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan nakes asal Puskesmas di seputaran Kota Banda Aceh, Anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Banda Aceh, dan Pengurus YJI Aceh.

Materi ilmiah disampaikan oleh dua pakar di bidangnya yaitu dr. Lyra Febrianda, Sp.JP(K) yang membahas edukasi mengenai aspek klinis, deteksi dini dan tatalaksana pada penyakit jantung bawaan. Saat ini prevalensi PJP berkisar 0,8 sd 1 persen kelahiran. Di antara penyakit bawaan, prevalensi PJB adalah yang paling tinggi, lebih tinggi dari kejadian bibir sumbing. Diperkirakan terdapat sekitar 80.000 penderita PJP di Indonesia. serta materi oleh Prof. Dr. dr. Herlina Dimiati, Sp.A, Subsp. Kardio(K) yang memberikan edukasi mengenai pentingnya imunisasi pada anak meskipun memiliki penyakit jantung bawaan, karena penderita PJB baik yang jenis biru maupun yang tidak biru, mengalami keterlambatan pertumbuhan dan penurunan daya tahan, sehingga mudah terkena penyakit infeksi. Prof Herlina menyakinkan audien kalau pemberian vaksi imunisasi pada penderita PJP sangatlah diperlukan, berlawanan dengan anggapan di masyarakat yang menganggap penderita PJB tidak boleh divaksin. Bahkan anggapan ini masih banyak di kalangan nakes.

Pada Hari Selasa siang 10 Februari, kegiatan akan dilanjutkan dengan skrining PJB langsung disekolah dengan menggunakan echo portable. Direncanakan acara diikuti langsung oleh Ibu Walikota Banda Aceh.

Share