Kronikanews.id -Tradisi unik perayaan Tahun Baru sering kali sarat dengan makna dan simbol. Kegiatannya pun bermacam-macam mulai dari yang sederhana sampai ekstrem sekali pun!
Perayaan Tahun Baru selalu identik dengan suasana meriah dan penuh suka cita. Di banyak tempat, momen ini dirayakan dengan pesta, hitung mundur, dan kembang api yang menghiasi langit malam.
Namun, tahukah kamu kalau ternyata cara merayakan Tahun Baru ini tidak selalu sama di setiap negara? Di balik kemeriahan umum, ada tradisi unik yang sudah dilakukan turun-temurun oleh masyarakat setempat di beberapa daerah.
Sejumlah negara punya kebiasaan yang terdengar sederhana, bahkan ada yang sampai terbilang ekstrem. Meski berbeda-beda, semuanya punya tujuan yang sama, yaitu menyambut awal tahun dengan harapan baik.
Daftar Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Daerah
- Festival Cahaya Api – Skotlandia
Skotlandia punya tradisi Tahun Baru yang cukup mencuri perhatian. Perayaan ini dikenal sebagai Festival Cahaya Api dan menjadi bagian dari rangkaian Festival Hogmanay.
Dalam acara ini, para pria dewasa berparade di jalan utama sambil membawa suluh dengan bola api di ujungnya. Deretan bola api yang menyala itulah yang membuat suasana terlihat dramatis dan penuh cahaya.
Usut punya usut, tradisi ini sudah ada sejak masa Bangsa Viking, yang meyakini api sebagai simbol pembersihan diri sekaligus harapan akan kembalinya matahari setelah musim dingin berakhir.
- Menginap di Kuburan Keluarga – Chili
Tradisi malam Tahun Baru di Chili bermula dari kisah satu keluarga yang nekat masuk ke area pemakaman demi merayakan pergantian tahun bersama kerabat yang telah meninggal. Dari kejadian itulah, kebiasaan ini perlahan berkembang dan diterima masyarakat.
Kini, pemerintah setempat bahkan membuka akses ke pemakaman saat malam Tahun Baru. Tujuannya agar warga bisa menghabiskan momen pergantian tahun dengan berkumpul dan mengenang anggota keluarga mereka yang telah berpulang.
- Membunyikan Lonceng 108 Kali – Jepang
Di Jepang, perayaan Tahun Baru dikenal dengan sebutan Oshogatsu dan masih dijalani dengan penuh makna sampai sekarang.
Saat pergantian tahun, masyarakat Jepang biasanya menyantap Toshikoshi Soba tepat menjelang tengah malam sebagai simbol harapan hidup yang lebih panjang.
Selain itu, lonceng di kuil-kuil juga dibunyikan sebanyak 108 kali. Angka ini dipercaya melambangkan pembersihan dari sifat dan dosa manusia. Kemudian, di pagi harinya, warga pun datang ke kuil untuk berdoa dan menyambut tahun baru.
- Bakar Orang-orangan Sawah – Ekuador
Selain Skotlandia, Ekuador juga menjadi salah satu negara yang merayakan Tahun Baru dengan tradisi yang melibatkan api. Warga setempat biasanya menyiapkan orang-orangan dari kertas dan potongan kayu sejak sebelum pergantian tahun.
Tepat saat jam menunjukkan pukul 00.00, orang-orangan tersebut akan dibakar bersama-sama. Tradisi ini dipercaya bisa menghilangkan kesialan dari tahun sebelumnya dan membawa keberuntungan di tahun yang baru.
- Menggunakan Pakaian Dalam Berwarna Cerah – Amerika Latin
Di beberapa negara Amerika Latin, seperti Brasil, Bolivia, dan Meksiko, Tahun Baru dirayakan dengan cara yang cukup unik.
Masyarakat setempat kerap melakukan beberapa kebiasaan khusus sebagai bentuk harapan agar hidup di tahun berikutnya menjadi lebih baik.
Salah satunya dengan memakai pakaian dalam berwarna cerah saat malam pergantian tahun. Setiap warna pun punya maknanya masing-masing.
Misalnya, warna merah dipercaya melambangkan keberuntungan dalam urusan cinta, sementara warna kuning sering dikaitkan dengan harapan akan rezeki dan kemakmuran.
- Memecahkan Piring ke Rumah Tetangga – Denmark
Di Denmark, malam Tahun Baru sering dirayakan dengan kebiasaan melempar piring ke arah depan pintu rumah orang lain. Tradisi ini dipercaya bisa membawa keberuntungan, apalagi jika piring yang dilempar jumlahnya cukup banyak.
Karena sudah jadi kebiasaan tahunan, banyak orang sengaja membeli piring baru khusus untuk dilempar. Tak heran, momen pergantian tahun justru menjadi waktu ramai bagi toko-toko peralatan makan di sana.
- Membuka Pintu dan Jendela – Filipina
Sementara di Filipina, malam Tahun Baru sering dimanfaatkan dengan membuka pintu dan jendela rumah lebar-lebar. Cara ini dipercaya bisa mengundang keberuntungan untuk tahun yang akan datang.
Selain itu, kebiasaan ini juga dimaknai sebagai simbol membuang energi buruk dan memberi jalan bagi hal-hal baik masuk ke dalam rumah.
- Badendang Rotan – Maluku, Indonesia
Indonesia juga nggak mau kalah dalam hal tradisi unik untuk merayakan tahun baru. Di daerah Maluku, tepatnya Maluku Tengah, masyarakat setempat sering melakukan tradisi badendang rotan sebagai hiburan seru di tahun baru.
Kegiatannya sendiri mirip dengan tarik tambang, namun secara khusus menggunakan anyaman rotan sebagai pengganti tambangnya.
Makna dari tradisi badendang rotan ini adalah untuk mempererat kebersamaan, solidaritas, serta semangat gotong royong masyarakat.
- Melompat ke Danau Beku – Siberia
Buat yang nggak kuat dengan udara dingin, tradisi Tahun Baru di Siberia mungkin terdengar sedikit ekstrem. Pasalnya, di sana, masyarakatnya memiliki kebiasaan menyambut pergantian tahun dengan melompat ke danau yang membeku.
Dalam tradisi ini, orang-orang masuk ke air es sambil membawa dahan pohon. Ritual tersebut dipercaya memiliki makna khusus sebagai simbol kekuatan dan awal baru di tahun yang akan datang.
- Makan 7 Kali dalam Sehari – Estonia
Bagi pecinta kuliner, ada tradisi Tahun Baru yang cukup unik di Estonia. Saat pergantian tahun, masyarakat setempat punya kepercayaan untuk makan hingga tujuh kali dalam satu hari!
Kebiasaan ini dilakukan sebagai simbol harapan agar rezeki dan makanan selalu tercukupi di sepanjang tahun yang baru.
