Banda Aceh – Prof. DR. dr .Herlina Dimiati Sp.A, Subsp. Kardio(K) mengatakan tingginya Angka anak MalNutrisi Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan cukup tinggi, demikian dikatakan Prof Herlina ketika membahas masalah Anak dengan Penyakit Jantung bawaan di dalam Dialog Tanya Dokter Kerjasama Edukasi Digital Sehatsehat.id dan Kronika Media Rabu( 22Oktober 2025).
Prof Herlina yang merupakan Dokter Anak danJuga Konsultan Jantung Anak dari Universitas Syiah Kuala mengatakan bahwa Angka Prevalensi penyakit jantung bawaan di Indonesia, mencatat sekitar 50.000 dari 500.000 bayi yang lahir setiap tahun menderita kondisi ini, dengan tingkat bervariasi.
Faktor tingginya Angka ini berdasarkan geografi dan faktor sosial ekonomi. Herlina juga menyoroti pentingnya intervensi dini dan nutrisi yang tepat untuk anak-anak ini, karena malnutrisi dapat meningkatkan risiko komplikasi dan mempengaruhi penyembuhan pasca operasi.
Selain hal tersebut, Herlina menekankan perlunya menyelamatkan hati anak-anak Indonesia untuk memastikan mereka tumbuh menjadi warga negara yang sehat, menyatakan bahwa anak-anak dengan masalah jantung dilindungi oleh BPJS untuk perawatan jangka panjang.
Diskusi Digital Sehatsehat.id ini juga menyoroti situasi saat ini di Aceh mengenai masalah ini, menekankan perlunya mengatasi kekurangan gizi pada anak-anak dengan penyakit jantung bawaan.
Tantangan Nutrisi dalam Penyakit Jantung Kongenital
Herlina membahas dampak penyakit jantung bawaan CHD (Congenital Heart Disease) pada nutrisi anak-anak, menyoroti bahwa malnutrisi adalah kekhawatiran yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang.
Dia menjelaskan bahwa CHD dapat menyebabkan nutrisi yang buruk karena berbagai faktor, termasuk tekanan paru-paru yang tinggi, yang mempengaruhi pasokan oksigen dan penyerapan nutrisi. Herlina menekankan pentingnya manajemen klinis proaktif, yang melibatkan tidak hanya dokter tetapi juga keluarga, untuk memastikan deteksi dini dan intervensi. Dia juga menekankan perlunya dukungan multi-disiplin, termasuk dokter anak, ahli gizi, dan praktisi umum, untuk memantau dan meningkatkan status gizi anak-anak dengan CHD.
Herlina membahas dampak penyakit jantung bawaan CHD (Congenital Heart Disease) pada nutrisi anak-anak, menyoroti bahwa malnutrisi adalah kekhawatiran yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang.
Dia menjelaskan bahwa CHD dapat menyebabkan nutrisi yang buruk karena berbagai faktor, termasuk tekanan paru-paru yang tinggi, yang mempengaruhi pasokan oksigen dan penyerapan nutrisi. Herlina menekankan pentingnya manajemen klinis proaktif, yang melibatkan tidak hanya dokter tetapi juga keluarga, untuk memastikan deteksi dini dan intervensi. Dia juga menekankan perlunya dukungan multi-disiplin, termasuk dokter anak, ahli gizi, dan praktisi umum, untuk memantau dan meningkatkan status gizi anak-anak dengan CHD.
