Delegasi Indonesia di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto siap tancap gas di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Tak tanggung-tanggung, delegasi Merah Putih bakal mengikuti sekitar 200 pertemuan bilateral dan sesi penting selama agenda Pekan Tingkat Tinggi yang berlangsung pada 22-27 September ini.
Kehadiran sejumlah menteri dalam rombongan ini menunjukkan keseriusan Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Kesehatan juga turut serta. Mereka punya agenda padat, tak hanya sebagai peserta, tetapi juga menjadi tuan rumah atau co-hosting berbagai acara penting.
Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat, mengungkapkan bahwa Indonesia awalnya menerima 258 tawaran pertemuan. Namun, setelah melalui proses kurasi ketat yang mempertimbangkan prioritas dan lokasi, diputuskan untuk membatasi jumlah pertemuan menjadi sekitar 200. Angka ini tetap luar biasa, menunjukkan tingginya minat negara-negara lain untuk berinteraksi dengan Indonesia.
Pertemuan-pertemuan ini bukan hanya sekadar agenda seremonial. Ragam topik yang dibahas sangat luas, mulai dari isu bisnis dan ekonomi, pengungsian, hukum perang, nuklir, lingkungan hidup, hingga kesehatan. Pertemuan tersebut juga tersebar di berbagai lokasi, baik di dalam maupun di luar Markas Besar PBB.
Kehadiran Presiden Prabowo di New York juga sangat dinantikan. Ia telah mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy setelah menyelesaikan kunjungan di Osaka, Jepang.
Presiden kedelapan Republik Indonesia ini dijadwalkan menyampaikan pidato dalam sesi debat umum, berada di urutan ketiga setelah Presiden Brasil Luiz InĂ¡cio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ini adalah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menyuarakan posisinya di panggung dunia dan menegaskan peran strategisnya di kancah internasional.
