BANDA ACEH- Belum banyaknya jamaah Umrah di Aceh untuk berumrah,salah satu penyebabnya adalah ketiadaan Penerbangan Langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda(BTJ) – King Abdul Aziz (Jed) .
Tahun 1446 Hijriah saja sekitar 2Ribu-3ribu selama musim tahun lalu, hal itu disampaikan oleh Wlly Rifandi selaku Ketua DPD AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia).Welli Juga menyampaikan hal ini menjadi masalah terbesar bagi penyelenggara/Travel agent di Aceh untuk memberangkatkan ke Tanah suci.
Tidak adanya pesawat langsung dar BTJ ke Jeddah atau madinah membuat jamaah umrah merasa lelah dan waktu tempuh yang cukup lama, karena harus terbang melalui Kuala Lumpur ataupun melalui Kuala Namu Sumatera utara, Welli mencontohkan kalau ke Medan bagi jamaah yang dari banda Aceh, aceh Besar, Sigli Aceh Jaya harus menempuh perjalanan darat yang lebih lama, dan kalau pun melalui pesawat udara kursi yang tersedia juga sangat sedikit jadi tidak semua jamaah bisa terbang langsung dari banda aceh ke Kuala Namu.
Ketika disinggung oleh Kronika , Rencana Akan hadirnya Penerbangan Malaysia Airlines ke Madinah (MED) via Kuala Lumpur, Welli mengatakan cukup senang dengan hadirnya Rencana Pesawat Milik Pemerintah Negara Malaysia.Welli menambahkan walaupun terbangnya lebih lama dan harus “Turun” di Bandara KLIA , tapi dengan layanan mungkin bisa membuat jamaah tetap nyaman.
Owner Travel di Aceh merasa bahwa yang sangat penting adalah Kenyamanan bagi jamaah Umrah, karena jamaah lebih cepat tiba di tanah suci, lebih lama untuk beribadah dan Fisik /Tubuh tetap prima.Wellu juga berharap campur tangan Pemerintah Aceh untuk bisa menyelesaikan masalah ini, mohon memberikan kemudahan mulai dari Regulasi, Layanan Kemudahan lainnya agar Orang Aceh Nyaman untuk beribadah.
