Sabtu(26/7/25) 20.000 warga Malaysia menggelar unjuk rasa di Lapangan Merdeka ,Kuala Lumpur untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Anwar Ibrahim atas dugaan janji-janji palsu kampanye yang tidak ditepati dan berbagai kontroversi yang melibatkan pemerintahannya beberapa tahun belakangan.
Gerakan Unjuk rasa ini merupakan aksi besar pertama yang ditujukan kepada Anwar sejak ia menjabat sejak 2022, dan ini juga aksi protes massal pertama sejak tahun 2018.
Mahathir Mohamad, mantan perdana menteri berusia 100 tahun yang pernah menjabat pada 2018, menjadi tokoh utama dalam unjuk rasa di mana ia mempertanyakan legitimasi Anwar Ibrahim dan terus melakukan gerakan bahwa pemerintahannya terbentuk dari aliansi yang luas pasca pemilu di malaysia yang tidak menghasilkan kebutuhan masyarakat sejak tiga tahun lalu.
“Kamu bukan Perdana Menteri karena pilihan rakyat,” kata Mahathir. “Sekarang rakyat ingin kamu mundur, kamu tidak layak lagi menjadi PM.”
Lokasi untuk unjuk rasa itu juga telah memiliki makna pribadi bagi Anwar Ibrahim. Lapangan merdeka sebuah tempat di mana unjuk rasa besar bertajuk “Reformasi” pecah pada 1998, ketika Anwar dipecat dari kabinet Mahathir karena tuduhan sodomi dan korupsi.
Azmin Ali, seorang sekutu lama Anwar yang kemudian menjadi rival, dan merupakan tokoh penting dalam aksi 1998, juga hadir dalam unjuk rasa hari Sabtu.
“Dulu saya angkat kamu, sekarang saya akan jatuhkan kamu,” kata Azmin.
sumber : bloomberg
